July, 13th 2008, bertempat di Lahad Datu State Library, guru-guru Indonesia bekerjasama dengan pihak perpustakaan negeri Sabah dan Humana mengadakan acara Story Telling dan Puisi yang ditujukan untuk mengasah bakat anak-anak sekolah Humana (red-estate students) juga perwakilan dari sekolah kebangsaan (red-sekolah negeri).
Dimenangi di kedua pertandingan tersebut oleh sekolah kebangsaan sebagai juara 1,2 dan 3 di puisi dan juara 1 dan 3 di story telling. sedangkan pelajar Humana di posisi harapan 2,3,4,5 di puisi dan juara 2 juga harapan 2,3,4,5 di story telling. Peserta dengan total sekitar 60an pelajar memperebutkan hadiah berupa uang, piala dan juga sertifikat.
Dihadiri dan diresmikan pada saat lomba oleh Datuk Haji Nasrun,pembantu ketua menteri Sabah, dihadiri juga oleh Bapak Dodi Karnida, konsulat imigrasi Kota Kinabalu cabang Tawau dan jajaran eksekutif perpustakaan negeri Lahad Datu, kementrian sabah, konsulat Tawau, Direktur Humana, guru-guru Indonesia, guru-guru Humana , pelajar-pelajar Humana dan Pelajar sekolah kebangsaan.
Dengan hasil yang ada, anak didik yang notabenenya berasal dari estate (perkebunan ladang sawit) tidak kalah jauh bagus kemampuannya dengan pelajar sekolah kebangsaan.
Acara yang dibiayai oleh guru-guru Indonesia, Humana, Perpustakaan Lahad Datu dan juga sponsor dan dermawan telah berhasil dilaksanakan sesuai jadwal walaupun agak mundur 1jam dari jadwal dikarenakan menunggu kedatangan pihak yang akan meresmikan.
Acara ini telah mendapat LAMPU HIJAU dari pihak eksekutif Perpustakaan Lahad Datu untuk dilaksanakan sebagai acara tahunan,amien, walaupun pada saat akhir sebelum pelaksanaan ada pihak yang merasa kurang dilibatkan dan merasa kurang mendapat hormat yaitu dari kepala sekolah Humana itu sendiri yang walhasil beliau tidak hadir dan berkurangnya peserta kurang lebih 2 sekolah Humana dari total sekolah yang mendaftar sebanyak 27 sekolah (red-semoga dibukakan pintu hatinya) yang sedikit banyak sudah membuat Mirna Amalia sebagai ketua pelaksanaan merasa dipermalukan karena secara terbuka pada pertemuan bulanan daerah Sandakan district dengan jelas, lugas dan terang-terangan mengecam, tidak setuju dan meminta untuk acara ini dibatalkan yang walhasil ketua pelaksana baru menyadari ketidak sportifan dan amat menyesal kooperatif-anya selama ini setelah 1 bulan lagi kontrak kerja 2 tahun akan habis.
Semoga semua berbesar hati, dari guru-guru Indonesia yang ada disini, pihak DITJEN PMPTK, HUMANA dan lainya untuk bisa menyadari keberhasilan, kesalah pahaman, ketidak tahuan, kepura-puraan dalam kerjasama dua negara ini.amien
Redaksi memohon beribu maaf karena bila ada pihak yang tersinggung dalam hal ini karena kejujuran penulis.
Terima kasih
Dimenangi di kedua pertandingan tersebut oleh sekolah kebangsaan sebagai juara 1,2 dan 3 di puisi dan juara 1 dan 3 di story telling. sedangkan pelajar Humana di posisi harapan 2,3,4,5 di puisi dan juara 2 juga harapan 2,3,4,5 di story telling. Peserta dengan total sekitar 60an pelajar memperebutkan hadiah berupa uang, piala dan juga sertifikat.
Dihadiri dan diresmikan pada saat lomba oleh Datuk Haji Nasrun,pembantu ketua menteri Sabah, dihadiri juga oleh Bapak Dodi Karnida, konsulat imigrasi Kota Kinabalu cabang Tawau dan jajaran eksekutif perpustakaan negeri Lahad Datu, kementrian sabah, konsulat Tawau, Direktur Humana, guru-guru Indonesia, guru-guru Humana , pelajar-pelajar Humana dan Pelajar sekolah kebangsaan.
Dengan hasil yang ada, anak didik yang notabenenya berasal dari estate (perkebunan ladang sawit) tidak kalah jauh bagus kemampuannya dengan pelajar sekolah kebangsaan.
Acara yang dibiayai oleh guru-guru Indonesia, Humana, Perpustakaan Lahad Datu dan juga sponsor dan dermawan telah berhasil dilaksanakan sesuai jadwal walaupun agak mundur 1jam dari jadwal dikarenakan menunggu kedatangan pihak yang akan meresmikan.
Acara ini telah mendapat LAMPU HIJAU dari pihak eksekutif Perpustakaan Lahad Datu untuk dilaksanakan sebagai acara tahunan,amien, walaupun pada saat akhir sebelum pelaksanaan ada pihak yang merasa kurang dilibatkan dan merasa kurang mendapat hormat yaitu dari kepala sekolah Humana itu sendiri yang walhasil beliau tidak hadir dan berkurangnya peserta kurang lebih 2 sekolah Humana dari total sekolah yang mendaftar sebanyak 27 sekolah (red-semoga dibukakan pintu hatinya) yang sedikit banyak sudah membuat Mirna Amalia sebagai ketua pelaksanaan merasa dipermalukan karena secara terbuka pada pertemuan bulanan daerah Sandakan district dengan jelas, lugas dan terang-terangan mengecam, tidak setuju dan meminta untuk acara ini dibatalkan yang walhasil ketua pelaksana baru menyadari ketidak sportifan dan amat menyesal kooperatif-anya selama ini setelah 1 bulan lagi kontrak kerja 2 tahun akan habis.
Semoga semua berbesar hati, dari guru-guru Indonesia yang ada disini, pihak DITJEN PMPTK, HUMANA dan lainya untuk bisa menyadari keberhasilan, kesalah pahaman, ketidak tahuan, kepura-puraan dalam kerjasama dua negara ini.amien
Redaksi memohon beribu maaf karena bila ada pihak yang tersinggung dalam hal ini karena kejujuran penulis.
Terima kasih