Friday, July 18, 2008

English Competition, 13th July 2008

July, 13th 2008, bertempat di Lahad Datu State Library, guru-guru Indonesia bekerjasama dengan pihak perpustakaan negeri Sabah dan Humana mengadakan acara Story Telling dan Puisi yang ditujukan untuk mengasah bakat anak-anak sekolah Humana (red-estate students) juga perwakilan dari sekolah kebangsaan (red-sekolah negeri).

Dimenangi di kedua pertandingan tersebut oleh sekolah kebangsaan sebagai juara 1,2 dan 3 di puisi dan juara 1 dan 3 di story telling. sedangkan pelajar Humana di posisi harapan 2,3,4,5 di puisi dan juara 2 juga harapan 2,3,4,5 di story telling. Peserta dengan total sekitar 60an pelajar memperebutkan hadiah berupa uang, piala dan juga sertifikat.

Dihadiri dan diresmikan pada saat lomba oleh Datuk Haji Nasrun,pembantu ketua menteri Sabah, dihadiri juga oleh Bapak Dodi Karnida, konsulat imigrasi Kota Kinabalu cabang Tawau dan jajaran eksekutif perpustakaan negeri Lahad Datu, kementrian sabah, konsulat Tawau, Direktur Humana, guru-guru Indonesia, guru-guru Humana , pelajar-pelajar Humana dan Pelajar sekolah kebangsaan.

Dengan hasil yang ada, anak didik yang notabenenya berasal dari estate (perkebunan ladang sawit) tidak kalah jauh bagus kemampuannya dengan pelajar sekolah kebangsaan.
Acara yang dibiayai oleh guru-guru Indonesia, Humana, Perpustakaan Lahad Datu dan juga sponsor dan dermawan telah berhasil dilaksanakan sesuai jadwal walaupun agak mundur 1jam dari jadwal dikarenakan menunggu kedatangan pihak yang akan meresmikan.

Acara ini telah mendapat LAMPU HIJAU dari pihak eksekutif Perpustakaan Lahad Datu untuk dilaksanakan sebagai acara tahunan,amien, walaupun pada saat akhir sebelum pelaksanaan ada pihak yang merasa kurang dilibatkan dan merasa kurang mendapat hormat yaitu dari kepala sekolah Humana itu sendiri yang walhasil beliau tidak hadir dan berkurangnya peserta kurang lebih 2 sekolah Humana dari total sekolah yang mendaftar sebanyak 27 sekolah (red-semoga dibukakan pintu hatinya) yang sedikit banyak sudah membuat Mirna Amalia sebagai ketua pelaksanaan merasa dipermalukan karena secara terbuka pada pertemuan bulanan daerah Sandakan district dengan jelas, lugas dan terang-terangan mengecam, tidak setuju dan meminta untuk acara ini dibatalkan yang walhasil ketua pelaksana baru menyadari ketidak sportifan dan amat menyesal kooperatif-anya selama ini setelah 1 bulan lagi kontrak kerja 2 tahun akan habis.

Semoga semua berbesar hati, dari guru-guru Indonesia yang ada disini, pihak DITJEN PMPTK, HUMANA dan lainya untuk bisa menyadari keberhasilan, kesalah pahaman, ketidak tahuan, kepura-puraan dalam kerjasama dua negara ini.amien

Redaksi memohon beribu maaf karena bila ada pihak yang tersinggung dalam hal ini karena kejujuran penulis.

Terima kasih

Sunday, July 6, 2008

LAPORAN HASIL
RAPAT KOORDINASI
PENANGANAN ANAK-ANAK TKI DI SABAH, MALAYSIA
KUALA LUMPUR, 11 MEI 2007

1. LATAR BELAKANG
b. Malaysia menerapkan Akta Pendidikan dan Akta Perburuhan yang tidak menguntungkan WNI/TKI yang berada di Malaysia
a. Akta Perburuhan melarang tenaga kerja asing bekerja dan membawa keluarga (dependant)
b. Akta Pendidikan menerapkan peraturan bahwa anak-anak WNA mendapat perlakuan berbeda untuk dapat bersekolah di Sekolah Kebangsaan (SK) Malaysia
c. Malaysia menerapkan aturan-aturan Akta tersebut belum terlalu lama dan saat ini diterapkan kepada TKI yang sudah tinggal dan menetap lama di wilayah perladangan Malaysia, khususnya Sabah 􀃆 tidak adil
d. Akibatnya, ribuan anak-anak TKI yang sebelumnya bersekolah di SK, harus dikeluarkan
e. Meskipun pendidikan anak-anak Sabah sudah menjadi komitmen Pemimpin kedua negara sebagaimana ternyata dalam Joint Consultations Indonesia-Malaysia di Bukittinggi tahun 2005, tetapi pada kenyataannya Pemerintah Malaysia belum melakukan tindakan konkret untuk mempermudah akses pendidikan bagi anak TKI di Sabah. Malaysia hanya menghimbau perusahaan-perusahaan perladangan agar membua sekolah bagi anak-anak TKI yang bekerja disitu
f. Hingga saat ini Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan LSM HUMANA untuk membantu mengupayakan anak-anak tsb kembali ke sekolah.
g. Salah satu upaya Pemri : mendatangkan guru-guru Indonesia untuk mengajar anak-anak tersebut. Guru-guru didatangkan dan dibayar oleh Pemerintah Indonesia, bukan Malaysia
h. Karena kompleksitas permasalahan, supaya Pemri dapat memberikan pengecualian perlakuan terhadap anak-anak TKI tsb. Masih banyak anak-anak yang sudah menjadi dewasa tetapi belum bisa baca tulis
i. Titik Berat : Pendirian Sekolah SIK Filial di Kota Kinabalu
2. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
b. Berdasarkan survey terakhir, sebanyak 280.848 anak dari TKI yang bekerja di Sabah tidak bersekolah
c. Sampai saat ini baru sekitar 5.000 anak TKI yang bersekolah, baik di sekolah HUMANA maupun di sekolah yang didirikan perusahaan perladangan
d. Persebaran anak-anak yang tidak merata dengan situasi medan yang sangat sulit dijangkau
e. LSM Asing HUMANA banyak membantu memberikan akses pendidikan bagi anak-anak TKI. Dukungan apa yang dapat diberikan Pemri?

3. REKOMENDASI/USULAN PENYELESAIAN MASALAH
a. Menjajaki pendirian Sekolah Indonesia (SIK) Filial
b. Mendukung LSM (HUMANA) yang sudah memberikan bantuan pendidikan
c. Meminta dikembalikannya anak-anak TKI ke SK
d. Mendirikan Sekolah (boarding school) di perbatasan Indonesia (Tawau)
e. Memberikan status hukum pada WNI/TKI

4. PEMBAHASAN SIK FILIAL
a. Bentuk sekolah apa yang tepat ?
SIK Filial, merupakan cabang dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan merupakan asset Pemerintah Indonesia. Pendirian SIK Filial tidak memerlukan ijin baru.
b. SIK Filial telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Pelajaran Malaysia 􀃆 Hasil pembicaraan Mendiknas RI saat kunjungan ke kuala Lumpur bulan April 2007
SIK Filial didirikan secara bertahap dan dirancang untuk memiliki fungsi :
a. Sebagai Sekolah
b. Sebagai Pusat Pelayanan pendidikan (mobile education, program penyetaraan jenjang studi dan menampung anak-anak yang tidak ditampung di HUMANA
harus ditindaklanjuti
Usulan : Bisa mengundang Pesantren
c. KJRI Kota Kinabalu : Siap mencari opsi lokasi dan tanah untuk SIK Filial

Depdiknas :
e. Siap mengirim 5,4 ton buku melalui KJRI untuk SIK Filial
f. Siap membantu memberikan block grant sebesar RP. 500 juta yang dapat dicairkan dalam waktu 5 (lima) bulan, melalui SIK Kuala Lumpur
g. Untuk program penyetaraan, sebelumnya telah ada di Nunukan dan Entikong 􀃆 dapat diterapkan untuk SIK Filial

Setwapres
Bisa dijajaki anggaran Bantuan Sosial untuk daerah terpencil

5. EVALUASI DUKUNGAN TERHADAP HUMANA
HUMANA mengajukan permintaan bantuan dari Pemerintah RI, yaitu bantuan untuk mobilitas guru/murid

Rekomendasi : Pemberian motor dan truk (pick-up) untuk antar jemput murid.

h. Depdiknas
Siap untuk menghibahkan 3 (tiga) sepeda motor modifikasi untuk mobilitas sekolah yang akan disalurkan melalui SIK, Kuala Lumpur

Dukungan yang dapat diberikan Pemerintah Indonesia kepada HUMANA, antara lain :
a. Pengiriman guru yang mengajar di boarding school HUMANA. Sampai tahun 2007, sebanyak 109 guru dikirim ke Sabah atas biaya Pemri dan menelan biaya Rp. 5 milyar/tahun 􀃆 membantu keuangan HUMANA
b. Kemungkinan terbuka untuk pemberian beasiswa kepada anak-anak TKI 􀃆 akan disampaikan dalam pertemuan dengan DPR hari Senin, 14 Mei 2007

Depnakertrans
Agar kiranya Menteri Tenaga Kerja dapat mengirim surat kepada Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri (KHEDN) agar menghimbau perusahaan perladangan untuk membantu menyediakan sarana dan prasarana pendidikan

baca selengkapnya di http://www.pmptk.net/file/laporan/lap_rakor_tki_sabah.pdf

supervisor

Diucapkan selamat datang kepada bapak Kamal Fikri yang telah ditugaskan untuk menjadi supervisor dari Indonesia yang khususnya ditugaskan oleh ditjen PMPTK Jakarta.
Semoga dengan kedatangan bapak bisa menjadi penyambung lidah dan penengah permasalahan-permasalahan kami 107 guru dalam tugas-tugas yang kami emban disini khususnya dengan pihak NGO HUMANA dan semoga bapak bisa menjadi orang tua kami yang bisa kami andalkan dalam setiap tugas pendidikan dan non-pendidikan yang sangat kami harapkan bantuan spirituilnya untuk kecerdasan anak bangsa, martabat bangsa dan nasib-nasib guru tidak tetap di Sabah, Malaysia sekarang dan yang akan datang.

Amien ya robal alllamin semoga dengan niat, Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap di Sabah Malaysia, bisa membawa angin segar bagi nasib-nasib kami setelah selesainya tugas ini.

amien